Rabu, 10 Mei 2017

Lima Tips Mengatasi Anak Yang Pemalu

Selama ini banyak sekali orang tua yang mengeluh karena memiliki anak yang pemalu. Anak pemalu biasanya tidak suka untuk berinteraksi dengan orang lain. Jika bertemu orang lain di luar, anak akan terus menempel kepada orang tuanya. Tentu itu menjadi hal yang menjengkelkan bagi sebagain orang tua. Namun, ketahuilah bahwa akibat anak menjadi pemalu justru karena orang tuanya. Orang tua kurang bisa mendidik anak untuk bersosialisasi dengan benar.

Menurut, Dra. Frida NRH. MS. yang merupakan staf pengajar jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, menuturkan bahwa terdapat beberapa kategori anak yang pemalu, yaitu  tak mau bertemu orang, tak berani tampil di tempat umum, tak mau bertemu orang, dan yang mau bertemu orang tapi tanpa melakukan sesuatu, bahkan bersifaf kompetitif. Lebih parahnya, ada yang enggan bertemu orang. Jika terpaksa, badannya akan keluar keringat, gemetar, bahkan buang air kecil. Hal tersebut karena sakit pemalunya. Kondisi-kondisi tersebut dikatakan sebagai pobia sosial.

Atasi anak yang pemalu dengan dua langkah yang cukup tepat, yakni dengan belajar dan terus berlatih. Ajaklah anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan begitu, anak belajar untuk tidak malu dan lebih percaya diri menampakkan diri di depan lingkungan, terutama teman-temannya. Selain belajar, jangan berhenti sampai di sana.

Teruslah untuk melatih anak bersosialisasi dengan berbagai lingkungan, tentunya lingkungan positif yang dapat mempengaruhi perkembangan psikisnya.

Dengan begitu, anak akan merasa tidak sendiri, tetapi banyak orang-orang di sekitarnya yang selalu mendukungnya. Di samping belajar dan berlatih, ada pula lima tips penting untuk mengatasi anak pemalu, yaitu sebagai berikut.

#1. Jangan mempermalukan anak
Meskipun anak Anda memang pemalu, usahakan untuk tidak membicarakan sifat pemalunya di depannya dan di depan orang lain. Hal tersebut tentu akan membuat anak semakin malu dan tidak percaya diri. Bahkan merasa tidak diterima.

#2. Ketahui kesukaan dan potensi anak
Dukunglah anak untuk berani melakukan berbagai hal melalui hobi dan apa pun yang ia sukai yang berpotensi positif. Buatlah anak berani untuk mengungkapkan apa yang ia inginkan, terutama kepada orang lain.
Misal, meminta pelayan toko untuk mengambilkan mobil-mobilan yang lebih besar dari yang dipajang di toko tersebut.

#3. Ajaklah untuk berkunjung
Kunjungan ke tempat lain, seperti rumah nenek, tetangga, kerabat, dan sanak saudara lain akan membuat anak terbiasa dengan orang lain, terutama orang-orang yang orang tuanya kenal. Bisa juga untuk membiarkan anak bermain di rumah temannya, atau sebaliknya.

#4. Lakukan role-playing
Role-playing merupakan strategi yang unik untuk membangun rasa percaya diri pada anak dan menyingkirkan sifat pemalunya. Cobalah untuk memainkan beberapa peran dengan anak.

#5. Berikan contoh
Orang tua sebagai orang terdekat dengan anak, tentu jangan hanya memerintah atau mengarahkan anak saja, tetapi jadilah sosok yang dapat memberikan contoh baik untuk anak. Jadilah sosok yang percaya diri agar anak dapat mengamati dan mencontoh orang tuanya.

0 komentar

Posting Komentar