Rabu, 10 Mei 2017

Ketahuilah Manfaat Makanan yang Mengandung Asam Folat

Asam folat merupakan salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh, terutama bagi janin dan ibu hamil. Asam folat disebut sebagai salah satu jenis gizi yang termasuk turunan dari vitamin B. Memang asam folat ini sangat dibutuhkan oleh janin, maka ibu hamil perlu mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi asam folat. Salah satu manfaat asam folat bagi janin ini adalah untuk mencegah terjadi kelainan tabung syaraf atau NTD (Neural Tuba Defect) pada tubuh janin. Hal tersebut terjadi karena gagalnya penutup tabung syaraf pada ujung bagian atas (meningokel). Selain itu, juga dapat terjadi pada ujung bagian bawah yakni spina bifida. Kegagalan tersebut biasanya terlihat pada minggu ketiga atau keempat, hari ke 16 sampai 28, sejak konsepsi.
Pembentukan sistem syaraf pada janin akan sangat membutuhkan asam folat. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan jika janin dalam kandungan dalam kondisi kekurangan asam folat, maka akan berisiko mengalami gangguan kecerdasan atau gangguan syaraf. Selain baik untuk janin, asam folat pun akan sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Produksi sel darah merah pada ibu hamil akan membutuhkan asam folat, terutama saat masa kehamilan 12 minggu pertama. Kebutuhan asam folat ternyata sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehamilan, bagi ibu hamil dan terutama bagi janin. Namun, wanita yang menginginkan untuk segera hamil pun sangat baik untuk mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat karena dapat membantu mempercepat untuk hamil.
Asupan asam folat tentu tidak boleh asal mengonsumsi, jangan sampai kurang asam folat. Setiap hari wanita hamil membutuhkan asam folat sekitar 400-600 mikrogram atau 0,4-0,6 mg. Selain untuk ibu hamil, wanita yang sedang menjalankan program hamil juga sangat baik mencukupi kebutuhan asam folat, terutama empat bulan sebelum rencana kehamilan. Asupan asam folat itu sendiri dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan. Beberapa makanan yang mengandung tinggi asam folat di antaranya adalah kiwi, asparagus, buah bit, tumbuhan spirulina, susu, sayuran berdaun hijau, gandum dan sereal oat, stroberi, pisang, daun kelor, hati sapi dan hati ayam, bayam, brokoli, kacang merah, buncis, jeruk, alpukat, dan kuning telur.

0 komentar

Posting Komentar