Jumat, 12 Mei 2017

Ketahuilah delapan Penyebab Anak Susah untuk Makan

Sebagian orang pasti pernah mengalami penurunan napsu makan, tak terkecuali bagi anak-anak. Anak-anak memang merupakan usia yang paling sering mengalami Sulit untuk makan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya sebagai berikut:

mengatasi anak susah makan
mengatasi anak susah makan

Penyebab Anak Susah untuk Makan


#1. Selera makan yang hilang

Kehilangan napsu makan merupakan salah satu faktor kecil penyebab anak susah makan, terutama pada bayi. Pada kondisi seperti itu, bayi biasanya hanya ingin mengemut atau bahkan menyembur makanannya. Hal tersebut terjadi bisa karena anak kehilangan napsu makan. Memang masih dalam tahap wajar, tetapi tetap saja harus ada makanan yang masuk ke dalam tubuh anak. Selain itu, kondisi tersebut pun bersifat relatif, tidak semua bayi akan mengalaminya.

#2. Rasa ingin tahu yang besar

Usia anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Hal tersebut karena anak dalam tahap perkembangan yang pesat. Apalagi jika berhubungan dengan dunia luar. Rasa ingin tahu tersebut bisa saja malah membuat anak melupakan jadwal makan atau bahkan tidak mempedulikan waktu makan.

Jika terjadi hal tersebut, maka ibu dapat mensiasatinya dengan membiarkan anak makan sendiri, jangan selalu disuapi karena pada usia anak-anak selalu menginginkan hal baru untuk dilakukan.

#3. Gigi yang tumbuh

Kondisi fisik seorang anak dapat memengaruhi napsu makannya. Misalnya, saat anak sedang tumbuh gigi, maka anak pun akan  merasa terganggu dan tidak mau untuk makan. Pada saat anak mengalami tumbuh gigi, ibu dapat sesekali mengganti makanan dengan tekstur yang sedikit kasar.

#4. Sedang batuk atau flu

Kondisi tubuh yang tidak stabil dapat menjadi salah satu penyebab anak susah makan. Anak merasa tidak nyaman akan kondisi badannya, seperti saat mengalami batuk atau flu. Susah makan pada saat kondisi tubuh yang tidak stabil yang dialami anak tidak akan berdampak besar, jika bersifat sementara.

Namaun, waspada jika anak susah makan dalam jangka waktu yang lama.  Anak yang mengalami susah makan jangka pendek akan mengalami kekurangan energi, hipoglikemia, kejang, berkeringat dingin, atau bahkan pingsan. Sedangkan anak yang mengalami susah makan dalam jangka waktu lama akan mengalami terhambatnya pertumbuhan, kekurangan vitamin A, kekurangan yodium dan mineral, anemia, kekurangan gizi, atau bahkan menurunnya kecerdasan dan sistem imun.

#5. Konsumsi camilan

Saat anak senang mengonsumsi camilan, saat itulah anak biasanya mengalami susah makan. Hal tersebut tidak perlu menjadi kekhawatiran yang berlebih, ibu dapat mengontrol camilan yang dikonsumsi anak. Jika anak memang sangat menyukai camilan, berilah ia camilan yang mengandung gizi lengkap. Namun, jangan tetaplah untuk menjadwalkan anak untuk makan secara teratur di samping camilan yang ia sukai.

#6. Tidak napsu makan

Tidak ada napsu makan yang dialami oleh anak biasanya terlihat saat anak merasa bosan akan beberapa makan. Cobalah untuk memberikan makanan yang bervariasi setiap hari. Kemudian berilah anak makan dengan porsi yang lebih sedikit, tetapi memiliki gizi lengkap. Berikanlah porsi tersebut lebih sering dari biasanya.

#7. Menunjukan keakuan

Fase negatifisik akan dialami oleh beberapa anak. Fase tersebut ditunjukan dengan anak menolak untuk makan untuk menunjukan keakuannya. Biasanya fase ini terjadi saat anak terlalu sering mengonsumsi makanan selingan. Untuk itu, usahakan agar anak mengurangi jajan.

8. Konsumsi makanan manis sebelum jadwal makan

Makanan manis merupakan makanan yang sangat disukai anak. Konsumsi makanan dengan rasa manis sebelum tiba jadwal makan merupakan salah satu penyebab anak susah makan. Anak cenderung menolak untuk makan nasi jika sebelumnya sudah makan makanan yang manis, seperti coklat.

Selalu perhatikan anak, apa yang menjadi penyebab anak susah untuk makan.

Selain itu, anak akan cenderung merasa kenyang, buatlah jadwal untuk anak mengonsumsi makanan manis, sebaiknya setelah anak memakan makanan utamanya.

0 komentar

Posting Komentar