Sabtu, 13 Mei 2017

8 Cara Mendidik Anak Yang Baik

Banyak cara mendidik anak yang baik dan benar untuk dilakukan orang tua terutama seorang ibu yang sering bersama anak di rumah. Terlepas dari keadaan dan waktu kebersamaan antara sang anak dengan ibu atau ayahnya, yang terpenting harus menjadi acuan ketika anda seorang ibu ingin anak anda menjadi pribadi yang baik dan tumbuh berkembang menjadi dewasa memiliki kepribadian yang baik.

cara mendidik anak yang baik
Cara Mendidik Anak Yang baik
Apa, dan bagaimana acuannya? Tentu, in bukan seperti teori dan aturan yang mesti dilakukan namun lebih menitikberatkan pada hati dan kasih sayang seorang ibu atau kedua orang tuanya, sebab hubungan yang baik dan harmonis antara ibu dengan anak melalui cara mendidik anaknya yang baik dan benar serta berasal dari kasih sayang akan membuahkan budi, prilaku dan kepribadian yang bagus bagi anak.

Apakah ada di dunia ini seorang ibu yang ingin anaknya tidak baik?! (kesehatan, pendidikan, pribadi dll)

Jelas, tidak ada!

Cara mendidik anak yang dilakukan oleh orang tua pasti berbeda beda, namun intinya sama yaitu menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas, pintar, memiliki pribadi yang baik dan lain sebagainya. Ironisnya, kebanyakan yang terjadi sekarang para orang tua belum maksimal dalam mengelola atau melakukan cara yang tepat mencicik anak yang baik guna mencapai keinginan itu.

Apa sebabnya?!

Sebelum anda membaca apa saja Cara mendidik anak yang baik dan benar pada artikel ini, saya ajak anda untuk membuka wawasan untuk memperkuat alasan untuk bisa mewujudkan tujuan anda....

Dalam tulisan ini, tidak memberikan data terkait fenomena kesenjangan orang tua dan anak. Namun, kita lihat saja di sekitar kita yang gaya hidup individualistis lebih menonjol, karena pergeseran gaya hidup melalui gadget, dan banyak faktor lainnya.

Jadi, bagi ibunda dan para orang tua dimanapun sekarang mulailah melakukan langkah langkah yang tepat dalam mendidik anak yang baik dan dengan kasih sayang.

Tujuan dari mendidik anak dengan baik tidak lain adalah menjadikan anak kita sebagai generasi penerus yang bisa berbakti kepada kita (orang tua), agama, bangsa dan negara, lebih jauh bisa memberikan manfaat pada dirinya dan lingkungannya.

Pada umumnya, semua hal yang harus dilakukan orang tua sangat mudak untuk mendidik anak sebab sudah banyak pakar parenting baik dalam atau luar negeri yang memberikan anjurannya, tetapi tetap kembali pada orang tua itu sendiri, sejauh mana bisa melakukan dan mempraktekkannya.
Apalagi bagi para ibu ibu yang ada di negara kita yang mayoritas muslim, sudah jelas harus dengan benar dalam mendidik anak. Mau di bawa kemana anak kita? Tergantung kita mendidiknya, mau jadi hitam atau putih?

Jawabannya ada pada diri anda sendiri...

Bahkan bila dalam ajaran islam, dalam mendidik anak harus benar benar dilakukan sesuai dengan ajaran Rasul.

Cara mendidik anak menurut islam bisa anda dapatkan dalam beberapa surat dalam alqur’an, seperti kisah nabi Yusuf dan Nabi Yunus.

Dalam mendidik anak tidak boleh di sekat sekat berdasarkan usia, misalkan merasa anak dalam masa usia dini, belum di beri pemahaman tentang sesuatu yang baik dan buruk, atau ketika anak sudah dewasa anak di didik secara otoriter untuk bisa mewujudkan yang diinginkan orang tua.

Itu salah besar...

Jadi cara yang tepat mendidik anak baik usia dini, remaja, dewasa harus menitikberatkan pada tanggung jawab dan kewajiban yang pokok bagi orang tua dalam membesarkan anak.

Tujuan utama dalam mendidik anak dengan baik untuk mewujudkan anak yang kaya intelektual, Penuh Penghambaan secara spiritual serta mantap secara emosionalnya.

Tiga faktor utama yang harus dipegang orang tua dalam menjadikan anak tumbuh dewasa dengan baik.

Hubungannya sangat erat antara spiritual, intelektual dan emosional. Karena sudah terbukti bahwa kesuksesan orang dalam hidupnya terlihat dari keseimbangan dari ketiga faktor tersebut.

Jadi, mari kita para orang tua melakukan cara yang tepat dalam mendidik anak dengan baik dan benar mulai dari anak usia dini, secara islami, nurani dan kasih sayang dengan didasari tanggung jawab.

Inilah 8 Cara mendidik anak yang baik

8 Cara mendidik Anak Yang Baik


#1. Jangan Over dalam mengawasi anak

Banyak keunikan yang dimiliki setiap anak, dimana ini akan menjadikan anak bertingkah dan bermain sesuai keunikannya, ada yang aktif dan pasif bahkan ada yang hiperaktif.

Dalam keadaan dan waktu tertentu keinginan orang tua anaknya mentaati apa yang dikatakannya, misalkan ketika berada di lingkungan sekolah anak dilarang bertanya tanya kepada orang yang ada di sekelilingnya.

Ini yang kurang tepat, sebab akan menumbuhkan perasaan anak takut untuk berinteraksi.

“over protektif” karena kekhawatiran orang tua terhadap ketidakenakannya orang disekelilingnya atau hal lainnya.

Padahal ini akan baik bagi anak anda.

Itu salah satu contoh kecil saja, pada intinya anda harus memberikan kepercayaan kepada anak anda untuk mengekprasikan apa yang diinginkan sang anak. Namun demikian, pengawasan tetap harus dilakukan, dengan wajar dan tepat yang bertujuan anak tidak merasa tertekan dengan pengawasan kita.


#2. Bangun Rasa keingintahuan anak


Seperti halnya kertas, anak masih kosong belum ada coretan tinta sehingga peran orang tua harus bisa membangun rasa keingintahuan anak terhadap sesuatu yang ada disekelilingnya.
Jangan menunggu anak bertanya, tetapi ajak anak berinteraksi walaupun pada saat anak belum bisa bicara. Rasa ingin tahu anak jangan dipenggal, dengan alasan alasan tertentu, tetapi lebih memberikan penjelasan dan pengertian tentang apa yang ditanyakan.

Terkadang anak dengan keunikannya ketika ingin mengetahui sesuatu yang bisa dipegang atau disentuh kemungkinan besar akan menggunakan anggota tubuhnya untuk mengetahui apa yang dilihatnya.

Dalam kondisi ini, orang tua melakukan pemahaman dan pengertian secara lembut untuk memberikan gambaran apa yang hendak anak sentuh, bila berbahaya katakan berbahaya disertai alasannya. Misalkan dengan kalimat “nak, bahaya... itu akan tidak baik kamu, bisa melukai tangan kamu, lebih baik bermain dengan mainan kamu”

Bila mendapati sesuatu yang baru dia temui, anak akan spontan bertanya maka harus menjawab dengan lembut dan jangan mengatak “tidak tahu”, “jangan banyak bertanya”, sebab cara tak baik dalam mendidik anak.


#3. Ajak Anak berinteraksi dan diskusi


Kebanyakan para orang tua tidak mengindahkan apa yang diucapkan anak atau bahkan mengacuhkan anak saat bertanya karena keingintahuan terhadap sesuatu. Merasa tidak penting dan hanya sesuatu yang tidak besar, sehingga di cuekan.

Padahal ini situasi yang sangat penting untuk dimanfaatkan bisa berinteraksi dan diskusi dengan anak, dengan tujuan agar anak lebih kritis dan tumbuh percaya diri yang kemudian tidak akan merasa minder dan enggan berpendapat di umum atau takut mengungkapkan apa yang diketahuinya.

Hal terburuk yang akan didapatkan anak dengan perlakuan orang tua yang mengacuhkan pendapat dan rasa kaingintahuan anak ini adalah anak menjadi pendiam, dan susah bergaul.

Jadi, beri kesempatan anak bertanya dan mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya melalui interaksi secara sengaja di ajak atau spontanitas anak bertanya dan kemudian diskusi atau beri kesempatan anak menjawab pertanyaan dari orang tua.


#4. Ajarkan, kenalkan dan Tumbuhkan Rasa kepedulian


Sebagai manusia yang selalu berinteraksi dengan orang di sekitar tentu, menjadi tuntutan untuk bisa peka. Pada hakikatnya manusia hidup berdampingan maka ajarkan anak untuk memiliki rasa kepedulian, misalnya bisa berempati melihat orang yang kurang secara ekonomi atau hal lainnya.
Sedikit demi sedikit anak akan mengerti akan makna kepedulian yang diajarkan tersebut sehingga di suatu saat anak akan memiliki kebesaran dalam hatinya.

#5. Jadilah Suri Tauladan

Prilaku yang ada pada orang tua baik dalam berprilaku di dalam rumah atau di luar rumah, ketika dilihat anak akan berdampak besar pada anak. Sehingga ketika bersama anak, anda harus memberikan contoh prilaku yang baik, sopan santun dan ramah agar karakter anak bisa terbentuk melalui proses “meniru” orang tuanya.

Jangan heran bila anak anda terlihat bertingkah seperti apa yang anda lakukan, terlepas baik atau buruk.

Jadi, selalu berikan contoh yang baik untuk mendidik anak yang baik agar tumbuh lebih baik.

#6. Jangan Memarahi Anak

Dunia anak adalah dunia bermain, terkadang dalam situasi dan keadaan tertentu anak selalu inginnya bermain, apakah itu memainkan benda yang ada di depannya atau sengaja mencari benda yang diinginkannya.

Tetapi anak tidak tahu yang dimainkan itu bahaya atau tidak bagi dirinya, ketika anak didapati bermain yang dirasa akan membahayakan atau bisa menyakitinya cara yang baik yang harus orang tua lakukan jangan memarahi bahkan sampai membentak anak.

Apa dampaknya?

Ketika anda memarahi anak secara tidak langsung anda mendidik anak untuk tidak boleh berkreasi, jadi solusinya adalah memberikan pemahaman dan pengertian terhadap sesuatu yang bisa membahayakan.

#7. Arahkan keingan anak dengan baik

Cara menanamkan yang tepat pada pertumbuhan karakter anak dengan baik seorang ibu atau ayah harus memberikan arahan dan membimbing mengenai apa yang diinginkan anak.

Ada banyak kainginan anak yang mengharapkan ada ijin dari orang tuanya.

Dengan apa yang diinginkan anak ini, tetap peran orang tua harus memberikan arah dan bimbingan, misalkan anak ingin bermain game di HP, maka arahkan oleh anda dan sediakan permainan yang ramah terhadap anak dan cocok untuk anak anda.

#8. Beri Kesempatan berkreasi

Terkadang kita keliru mengartikan yang dilakukan anak apakah itu suatu kreasi atau kenakalan anak?! Misalkan anak mencorat coret buku catatan, lantas spontan memarahi anak, karena merusak catatan penting pada buku tersebut.

Untuk itu, agar lebih tepat ketika anak melakukan hal yang dirasa merusak barang jangan lantas menyalahkan anak, tetapi berfikir bahwa anak sedang berkreasi.

Dari 8 cara mendidik anak yang baik di atas tentu masih banyak lagi, tergantung dari budaya dan kebiasaan daerah tertentu.

Namun, intinya ketika berbicara mengenai apa yang harus dilakukan orang tua atau ibu untuk mendidik anak yang baik sudah bisa diterapkan, apalagi dengan rasa penuh cinta dan kasih sayang sungguh akan menjadikan anak tumbh berkembang dengan optimal dan memiliki kepribadian yang baik.

Mudah mudahan bisa memberikan manfaat dan bisa menjembatani anda yang sedang berusaha menginginkan anak tumbuh besar sesuai harapan.

0 komentar

Posting Komentar